Feed Shark <!--Can't find substitution for tag [blog.gizi-taput]-->
Omreg

03 September 2009

Beberapa Pengertian atau Istilah Dalam Gizi

  1. Ilmu Gizi (Nutrience Science) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal/ tubuh.
  2. Zat Gizi (Nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan.
  3. Gizi (Nutrition) adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan, untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dri organ-organ, serta menghasilkan energi.
  4. Pangan adalah istilah umum untuk semua bahan yang dapat dijadikan makanan.
  5. Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan atau unsur-unsur/ ikatan kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh.
  6. Bahan makanan adalah makanan dalam keadaan mentah.
  7. Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.

Kata “gizi” berasal dari bahasa Arab ghidza, yg berarti “makanan”. Ilmu gizi bisa berkaitan dengan makanan dan tubuh manusia.
Dalam bahasa Inggris, food menyatakan makanan, pangan dan bahan makanan.

Pengertian gizi terbagi secara klasik dan masa sekarang yaitu :

  1. Secara Klasik : gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh (menyediakan energi, membangun, memelihara jaringan tubuh, mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh).
  2. Sekarang : selain untuk kesehatan, juga dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas kerja.

Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi

Berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York, AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk kelangsungan hidup. Sedangkan pada zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan.

Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu, antara lain:

  1. Penelitian tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine Lavoisier (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan energi makanan yang meliputi proses pernafasan, oksidasi dan kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya penelitian tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan makanan pokok.
  2. Penemuan Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun 1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.
  3. Penemuan Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.
  4. Penelitian Tingkat Molekular dan Selular – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan diperoleh pengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960, penelitian bergeser dari zat-zat gizi esensial ke inter relationship antara zat-zat gizi, peranan biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.
  5. Keadaan Sekarang – Muncul konsep-konsep baru antara lain: pengaruh keturunan terhadap kebutuhan gizi; pengaruh gizi terhadap perkembangan otak dan perilaku, kemampuan bekerja dan produktivitas serta daya tahan terhadap penyakit infeksi. Pada bidang teknologi pangan ditemukan : cara mengolah makanan bergizi, fortifikasi bahan pangan dengan zat-zat gizi esensial, pemanfaatan sifat struktural bahan pangan, dsb. FAO dan WHO mengeluarkan Codex Alimentaris (peraturan food labeling dan batas keracunan).

Ruang Lingkup Ilmu Gizi

Ruang lingkup cukup luas, dimulai dari cara produksi pangan, perubahan pascapanen (penyediaan pangan, distribusi dan pengolahan pangan, konsumsi makanan serta cara pemanfaatan makanan oleh tubuh yang sehat dan sakit).
Ilmu gizi berkaitan dengan ilmu agronomi, peternakan, ilmu pangan, mikrobiologi, biokimia, faal, biologi molekular dan kedokteran.
Informasi gizi yang diberikan pada masyarakat, yang meliputi gizi individu, keluarga dan masyarakat; gizi institusi dan gizi olahraga.
Perkembangan gizi klinis :

  • Anamnesis dan pengkajian status nutrisi pasien.
  • Pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan defisiensi zat besi.
  • Pemeriksaan antropometris dan tindak lanjut terahdap gangguannya.
  • Pemeriksaan radiologi dan tes laboratorium dengan status nutrisi pasien.
  • Suplementasi oral, enteral dan parenteral.
  • Interaksi timbal balik antara nutrien dan obat-obatan.
  • Bahan tambahan makanan (pewarna, penyedap dan sejenis serta bahan-bahan kontaminan).

Pengelompokan Zat Gizi Menurut Kebutuhan
Terbagi dalam dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien.

Makronutrien

Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi untuk menyuplai energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan), pemeliharaan aktivitas tubuh. Karbohodrat (hidrat arang), lemak, protein, makromineral dan air.

Mikronutrien

Golongan mikronutrien terdiri dari :

  1. Karbohidrat – Glukosa; serat.
  2. Lemak/ lipida – Asam linoleat (omega-6); asam linolenat (omega-3).
  3. Protein – Asam-asam amino; leusin; isoleusin; lisin; metionin; fenilalanin; treonin; valin; histidin; nitrogen nonesensial.
  4. Mineral – Kalsium; fosfor; natrium; kalium; sulfur; klor; magnesium; zat besi; selenium; seng; mangan; tembaga; kobalt; iodium; krom fluor; timah; nikel; silikon, arsen, boron; vanadium, molibden.
  5. Vitamin – Vitamin A (retinol); vitamin D (kolekalsiferol); vitamin E (tokoferol); vitamin K; tiamin; riboflavin; niaclin; biotin; folasin/folat; vitamin B6; vitamin B12; asam pantotenat; vitamin C.
  6. Air

Fungsi Zat Gizi

  1. Memberi energi (zat pembakar) – Karbohidrat, lemak dan protein, merupakan ikatan organik yang mengandung karbon yang dapat dibakar dan dibutuhkan tubuh untuk melakukan kegiatan/aktivitas.
  2. Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh (zat pembangun) – Protein, mineral dan air, diperlukan untuk membentuk sel-sel baru, memelihara, dan menganti sel yang rusak.
  3. Mengatur proses tubuh (zat pengatur) – Protein, mineral, air dan vitamin. Protein bertujuan mengatur keseimbangan air di dalam sel,bertindak sebagai buffer dalam upaya memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibodi sebagai penangkal organisme yang bersifat infektil dan bahan-bahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuh. Mineral dan vitamin sebagai pengatur dalam proses-proses oksidasi, fungsi normal sarafdan otot serta banyak proses lain yang terjadi dalam tubuh, seperti dalam darah, cairan pencernaan, jaringan, mengatur suhu tubuh, peredaran darah, pembuangan sisa-sisa/ ekskresi dan lain-lain proses tubuh.

Disadur oleh: Juli Oprianty Saragih SKM
Sumber: Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama
Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta
Ilmu Gizi. Jilid I. Bhatara Karya Pustaka
Penilaian Status Gizi. EGC
serial,crack,keygen,hack,tool,Susilo Bambang Yudhoyono,gizi,taput,Tapanuli Utara
Anti virus,download AVG,tutorial,sex,forex,bank,lowongan kerja,driver,laptop
Torang Lumban Tobing (Toluto),Jumaga Nainggolan Mkes Msi,Syamsul Arifin,SBY
Anti virus,download AVG,tutorial,sex,forex,bank,lowongan kerja,driver,laptop
serial,crack,keygen,hack,tool,Susilo BambangYudhoyono,gizi,taput,Tapanuli Utara
Torang Lumban Tobing (Toluto),Jumaga Nainggolan Mkes Msi,Syamsul Arifin,SBY

Thanks To:
Bupati Taput : Torang Lumban Tobing
Kadis Kesehatan Taput: Jumaga Nainggolan
Readmore »

Sejarah serta Perkembangan Ilmu Gizi

Ilmu gizi merupakan ilmu yan relatif baru.Mary Swartz Rose (1926) yang merupakan professor ilmu gizi pertama di Universitas Columbia, New York, USA.

Berikut perkembangan ilmu gizi menurut waktu dan ahlinya :

· Zaman purba Manusia sudah mengenal pentingnya makanan tapi saat itu masih ada hal-hal yang bersifat tabu, magis, dan nilai-nilai menyembuhkan.

· 400 SM à Hippocrates : makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia

· Awal abad ke-16 konsep pertama ilmu faal

· 1743-1794 Antonie Lavoisier (Bapak ilmu gizi) : pertama mempelajari penggunaan energi makanan

· Awal abad ke-19 Magendie : Bisa membedakan karbohidrat, lemak, dan protein

· 1840 à Reagnult & Reiset : CO2(Karbondioksida) yang dikeluarkan dan O2 (Oksigen) yang dikonsumsi berbeda menurut jenis makanan

· 1803-1873 karbohidrat, lemak, dan protein dioksidasi dalam tubuh dan menghasilkan panas/energy serta menghitung nilai energy

· Bossinggault & Liebig : keseimbangan makanan.

· Bidder & Schmidt : keadaan tidak makan membutuhkan metabolisme minimal tertentu.

· Voit : Metabolisme protein tidak dipengaruhi oleh kerja otot & banyaknya metabolisme dalam sel menentukan banyajnya konsumsi O2 (Oksigen).

· Pertengahan abad ke-19 à Rubner : nilai energy urin & feses ditentukan dari berbagai susunan makanan = dasar penelitian kalorimetri.

· 1847 Mayer & Helmholz : Hukum konservasi energy bagi organisme hidup maupun benda mati

· Rubner: menghubungkan produksi panas dalam keadaan basal dengan luas permukaan tubuh & menghitung nilai energy, Karbohidrat, protein, dan lemak bahan makanan.

· Akhir abad ke-19 Atwater & Rose : membangun alat kalorimetri I untuk menyelidiki pertukaran energi pada manusia.

· 1899 Attwater & Bryant : Daftar komposisi bahan makanan pertama terbit.

· 1899 à Lusk : menyelidiki metabolisme intermidier & efek dinamik spesifik makanan.


Disadur oleh: Juli Oprianty Saragih SKM

Sumber: Buku Gizi

Terima Kasih:

Bupati Taput : Torang Lumban Tobing


serial,crack,keygen,hack,tool,Susilo Bambang Yudhoyono,gizi,taput,Tapanuli Utara
Anti virus,download AVG,tutorial,sex,forex,bank,lowongan kerja,driver,laptop
Torang Lumban Tobing (Toluto),Jumaga Nainggolan Mkes Msi,Syamsul Arifin,SBY
Anti virus,download AVG,tutorial,sex,forex,bank,lowongan kerja,driver,laptop
serial,crack,keygen,hack,tool,Susilo BambangYudhoyono,gizi,taput,Tapanuli Utara
Torang Lumban Tobing (Toluto),Jumaga Nainggolan Mkes Msi,Syamsul Arifin,SBY
Readmore »

Visi Bangsa Sehat Dengan Sistem Kesehatan Nasional

Tajuk Rencana Suara Pembaruan, "Sungguh Kita Tersentak", mengutip pernyataan
pejabat Departemen Kesehatan, dr Rahmi, yang mengatakan 100 juta atau
setengah dari rakyat Indonesia mengalami kekurangan gizi, seperti vitamin A, zat
besi, dan yodium, terutama anak dan ibu hamil, sehingga berdampak melahirkan
generasi yang bodoh.

Selain itu, survei tahun 2003 mengungkapkan 21 % pria dewasa dan 15
% anak tengah mengalami obesitas yang dalam jangka panjang bisa
menimbulkan penyakit jantung, kencing manis, dan stroke sebagai akibat gizi
berlebih. Masalah gizi menghantui bangsa kita sejak merdeka hingga kini. Dengan
kemajuan pesat di bidang penelitian, pengembangan hasil penelitian gizi dalam
kurun waktu tiga dekade, baru kita menyadari bahwa faktor gizi akan dan bisa
menentukan kualitas suatu bangsa.

Dari catatan kilas balik sejarah perkembangan ilmu gizi di Indonesia dan
penemuan terobosan hasil penelitian gizi dari segi zat gizi mikro dan makro,
terungkap bahwa ilmu gizi terkait erat dengan dimensi ilmu kedokteran,
kesehatan masyarakat, sosial politik, bahkan ilmu biologi molekuler dan yang
mutakhir ilmu nutrigenetika.

Maka dalam perjalanan sejarah di dalam negeri dan luar negeri Ilmu Gizi
berperan turut serta mengambil bagian dalam meningkatkan kualitas bangsa, seperti
dituangkan dalam desain masalah kesehatan yang diinteraksikan dalam perubahan
paradigma sakit menjadi sehat.

Visi sehat mencakup preventif, promotif, edukatif, dan kuratif. Pernyataan
ketua IDI, Prof FA Moeloek SpOG, tepat sekali bahwa pendidikan kedokteran perlu
diubah yang mencakup semua spektrum tersebut, dimulai dari hulu sampai hilir.

Pemikiran pokok dari pengubahan paradigma tersebut adalah diberlakukannya
sistem asuransi kesehatan sosial untuk seluruh penduduk setempat dengan rasio
satu dokter keluarga mempunyai klien 2.500 sehingga untuk 200 juta keluarga
diperlukan 80.000 dokter keluarga.

Penulis mengamati bahwa disiplin ilmu gizi telah diterapkan sejak tahun 1970-an
sampai 1980-an yang dikenal dengan istilah Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK)
yang dilakukan bersama Gerakan PKK di berbagai daerah, bahkan mendapat bantuan
UNICEF, serta ditunjang dengan Applied Nutrition Program (ANP). Namun institusi
tersebut hanya bertahan seusia pemimpinnya berperan, kemudian sirna dengan
sendirinya.

Mengingat masalah gizi menyangkut semua strata sosial ekonomi, dari miskin
sampai kaya, akses keterkaitan keluarga menjadi mutlak agar semua insan warga
negara Indonesia sadar gizi wajib menerapkan gizi seimbang.

Kesadaran itu tercermin dari kemampuan mengenal masalah gizi dari usia muda
hingga tua, berswadaya mengambil langkah-langkah mengatasi masalah gizi
keluarga, serta mengupayakan paradigma sehat dengan mengutamakan preventif dan
promotif.

Strategi global WHO (Badan Kesehatan Sedunia) yang dicanangkan pada tahun 2004
adalah pola makan gizi seimbang dan aktivitas fisik merupakan kebijaksanaan
global yang telah dikaji secara ilmiah. Tercatat tiga negara sukses
melaksanakannya, yakni Finlandia, Singapura, dan Swedia.

Sebagai tantangan dan imbauan kepada wakil rakyat di DPR agar menghasilkan
karya legislatif yang monumental dan bersejarah, seperti yang dinyatakan oleh
Ketua IDI, berupa undang-undang sistem kesehatan nasional dalam periode ini,
karena sampai saat ini masih berlaku kearifan pernyataan Hippocrates, Bapak
Ilmu Kedokteran, yaitu "Food first, then drugs, finally scalpel".

Pernyataan Hippocrates yang klasik yang lain sebagai berikut,"Positive health
requires a knowledge of man's primary constitution (which today we call
genetics) and the powers of various foods, both those natural to them and those
resulting from human skill (today's processed food). But eating alone is not
enough for health, there must also be exercise, of which the effect must be
like wise be known. The combination of these two things makes regimen when
proper attention is given to the season of the year, the changes of the winds,
the age of the individual and the situation of his home, if there is any
deficiency in food or exercise the body will fall sick."

Kedua pernyataan Hippocrates yang diangkat berlaku analogi paradigma peranan
faktor gizi sebagai prasyarat utama menjadi sehat, sedangkan urutan dari hulu
ke hilir berlaku tahap-tahap prioritas dan perjalanan perkembangan teknik
kedokteran yang menunjang pelayanan kesehatan bermutu.

Merangkum uraian di atas seiring dengan sejarah UU Pokok Kesehatan tahun 1960,
SKN 1980, UU Kesehatan No 32 Tahun 1992, ada kemajuan pemikiran dalam desain
penatalaksanaan sistem kesehatan nasional era reformasi, yaitu pelayanan
kesehatan yang berkeadilan, bermutu, merata bagi semua insan warga negara sejak
usia dalam kandungan sampai memasuki usia lanjut, berlandaskan pada tanggung
jawab setiap insan sebagai anggota keluarga/satuan utuh keluarga berslogan
keluarga sehat, masyarakat, dan negara menjadi kuat.

Cakupan dimulai dari kandungan kegiatan sadar gizi dan berswadaya pemecahan
masalah gizi, disertai kegiatan fisik mencapai kebugaran, pengendalian usia
lanjut (age control), balita, kehamilan, ibu menyusui, usia sekolah serta
memiliki mindset yang positif untuk mengendalikan stres, kesadaran, kepedulian
lingkungan yang ramah serta sehat.

Merupakan sinyal lampu merah bila setengah dari rakyat Indonesia (100 juta)
mengalami malnutrisi dengan dampak sosial ekonomi budaya yang negatif
berdasarkan relevansi pembuktian ilmiah.

Semoga DPR bersama jajaran organisasi profesi seperti IDI, Persagi, dan Pergizi
Pangan menggariskan visi bangsa melalui Sistem Kesehatan Nasional sehingga kita
bisa memasuki sejarah dan kehidupan sehat baru bagi 200 juta lebih rakyat di
masa depan.

Disadur oleh:Juli Oprianty Saragih SKM
Sumber:Darwin Karyadi
Pakar Gizi, Mantan Ahli Peneliti Utama Departemen Kesehatan,
Guru Besar Tidak Tetap Pasca Sarjana, IPB Bogor


Jumaga Nainggolan
Readmore »