Feed Shark <!--Can't find substitution for tag [blog.gizi-taput]-->
Omreg

08 Oktober 2009

Mengurangi resiko kanker payudara

Orang-orang, barangkali termasuk Anda, mungkin merasa heran jika ada makanan khusus yang dapat mengurangi risiko mereka mendapatkan penyakit tertentu. Kita semua tahu ada makanan sehat yang bagus untuk jantung, apakah hal yang sama berlaku untuk kanker payudara?

Hmmmm, ternyata ada beberapa jenis makanan yang diketahui dapat mengurangi risiko seseorang terkena kanker payudara. Penasaran apa saja? Simak ya!

1.Pertahankan asupan makanan rendah lemak, tidak melebihi 30 gram lemak per hari. Hal ini akan membantu mempertahankan diet seimbang yang juga membantu menjaga berat badan. Kita menyimpan estrogen di lemak tubuh, jadi lebih sedikit lemak yang kita bawa, lebih baik.
2.Libatkan brokoli ke dalam menu harian Anda. Kira-kira dalam sehari Anda hanya membutuhkan secangkir brokoli. Tahukah Anda, brokoli mengandung senyawa sulfuraphane yang secara ilmiah terbukti mengurangi risiko kanker.
3.Jangan lupakan buah dan sayur dalam menu harian. Pilihlah sayuran berwarna hijau dan oranye.
4.Makanlah tomat yang kaya dengan likopen. Konon likopen juga agen yang berfungsi memerangi kanker.
5.Makanlah dalam porsi yang sedikit namun sering ketimbang banyak sekaligus. Hal ini membantu saluran cerna Anda dan memperbaiki metabolisme.
6.Minumlah teh hijau yang kaya antioksidan.
7.Kudaplah dark chocolate sesekali, karena secara ilmiah terbukti cokelat sebagai agen yang memerangi kanker. Namun ingat jangan cokelat manis, kecuali Anda tidak akan mendapat manfaatnya.
Readmore »

27 September 2009

Metamfetamina

Metamfetamina


Metamfetamina (metilamfetamina atau desoksiefedrin), disingkat met, dan dikenal di Indonesia sebagai sabu-sabu,[1][2] adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Dipasarkan untuk kasus parah gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian atau narkolepsi dengan nama dagang Desoxyn, juga disalahgunakan sebagai narkotika. "Crystal meth" adalah bentuk kristal yang dapat dihisap lewat pipa. Metamfetamina pertama dibuat dari efedrina di Jepang pada 1893 oleh Nagai Nagayoshi.


Disadur oleh:Juli Oprianty Saragih
Sumber :Wikipedia.org

Dinkes Taput,Gizi,Ilmu Gizi,Gizi Taput,Tapanuli Utara,Toluto,Torang Lumban Tobing
Jumaga Nainggolan SKM Msi,GKPS,Siantar,Simalungun,Sumatera Utara,Yusuf Mulianta Saragih,
Noven Tobing,Rasmita Saragih,Sahman Rejeki Saragih,RE Nainggolan,Dinas Kesehatan Sumut
Readmore »

Mitos Makanan Protein Tinggi Berbahaya Bagi Ginjal

Mitos Makanan Protein Tinggi Berbahaya Bagi Ginjal


ladyhot13:
Apa sih penyebab mitos ini?
Pada 1983, para peneliti menemukan bahwa dengan mengkonsumsi lebih banyak protein akan membuat GFR atau "Glomerural Filtratoin Rate" alias kecepatan penyaringan darah dalam ginjal meningkat. Penemuan ini, menurut para peneliti, mengatakan bahwa ginjal Anda berada dalam kondisi
bekerja keras, dan akibatnya ginjal akan tertekan.
Tapi.. Apa benar?
Hampir dua dekade lalu, seorang peneliti dari Belanda menemukan bahwa memang makanan dengan kadar protein tinggi akan meningkatkan GFR, tapi bukan berarti mengganggu efek kerja ginjal atau membebani ginjal. Bahkan pada kenyataannya, tidak ada penelitian yang mengaitkan tingginya konsumsi protein (bahkan sampai 2,5 gram per kg berat badan) dengan gangguan pada kesehatan ginjal
Jadi, Seperti Apa?
Intinya, arahkan kadar protein sesuai dengan target berat badan anda. Misalnya, berat badan Anda 100Kg, dan ingin turun ke 90kg, maka atur agar asupan protein Anda adalah 180 gram (dua kali target berat badan, dibagi 1000). Tapi jika misalnya berat badan Anda 75 kg, dan Anda ingin mendapat berat badan 90 kg, maka usahakan agar asupan protein anda juga 180 gram!



Disadur oleh: Juli Oprianty Saragih SKM

Dinkes Taput,Gizi,Ilmu Gizi,Gizi Taput,Tapanuli Utara,Toluto,Torang Lumban Tobing
Jumaga Nainggolan SKM Msi,GKPS,Siantar,Simalungun,Sumatera Utara,Yusuf Mulianta Saragih,
Noven Tobing,Rasmita Saragih,Sahman Rejeki Saragih,RE Nainggolan,Dinas Kesehatan Sumut
Readmore »