Feed Shark <!--Can't find substitution for tag [blog.gizi-taput]-->

27 Desember 2009

Andaliman

Tanaman herbal semakin ngetren saja dan sangat terbukti khasiatnya, seperti pada berita Harian Analisa baru-baru lalu yang bertajuk, Herbal China Menjanjikan Dapat Cegah Diabetes.

Di dalam tajuk berita tersebut bahwa penelitian terbaru yang diterbitkan oleh Cochrane Collaboration, sebuah organisasi internasional yang mengevaluasi penelitian medis, menunjukkan herbal tradisional China berkhasiat mengontrol kadar gula darah pada orang-orang yang berisiko tinggi mengidap diabetes. Penelitian ini  memeriksa 16 percobaan klinis terhadap 15 perumusan herbal berbeda, membuktikan herbal umumnya membantu kadar gula darah lebih rendah pada orang-orang yang pra-diabetes mereka menghalangi pengawasan gula darah yang bisa melangkah maju menjadi diabetes tipe 2 yang berkembang sepenuhnya.

Hasil penyelidikan ini  membuktikan bahwa penambahan obat herbal pada perubahan-perubahan gaya hidup, melipat gandakan kemungkinan kadar gula darah para partisipan kembali normal. Tentu hasil penelitian ini begitu menggembirakan dan memberikan stimulus kepada bangsa kita Indonesia untuk terus menggunakan tumbuhan herbal yang memang telah terbukti khasiatnya dan juga memprimadonakannya sebagai kualitas ekspor. Hal ini senada dengan berita Harian Analisa, 14 Oktober lalu yang memberitakan bahwa Kamar Dagang Indonesia, menjagokan salah-satunya obat-obatan herbal, sebagai industri unggulan ekspor hal ini diutarakan  Rachmat Gobel, Wakil Ketua Umum Bidang Industri, Riset, dan Teknologi KADIN.

Tanaman herbal ini sendiri, termasuk kategori pengobatan alternatif,  untuk memasyarakatkan pengobatan dengan tanaman herbal ini pemerintah telah mencanangkan sejak dahulu apa yang dikenal dengan Tanaman Obat Keluarga (Toga). Program yang dicanangkan oleh pemerintah ini perlu dipraktekkan buat kesehatan masyarakat, dikarenakan biayanya yang murah dan juga sangat praktis sekali bagi masyarakat. Dengan hanya menanam tanaman obat di pekarangan rumah, maka kesehatan keluarga dapat terjamin dan hal ini juga telah dibuktikan oleh para pendahulu kita dahulu yaitu nenek moyang kita yang telah menggunakan tumbuhan obat bagi kesehatan masyarakat.

Pengobatan dengan menggunakan tumbuhan herbal dikategorikan sebagai pengobatan alternatif, dibelahan dunia sekarang ini pengobatan alternatif sudah digunakan dari sejak dahulu, bahkan dijadikan sebagai pengobatan primadona bukan hanya pengobatan alternatif lagi. Hal ini dikarenakan pengobatan ini, lebih bersifat memberikan manfaat yang baik bagi tubuh, disebabkan memberi kekuatan imunitas bagi tubuh, kekuatan imunitas ini juga telah ada di dalam tubuh manusia. Dengan menggunakan tumbuhan herbal, maka kekebalan tubuh akan menjadi lebih kuat, sehingga tubuh akan tahan menahan berbagai penyakit.

Selain negara China negara-negara lain, telahpun mempraktekkan pengobatan ini, artinya masyarakat sudah tidak hanya datang ke dokter saja, namun juga menggunakan pengobatan dengan tumbuhan herbal di Amerika pengobatan ini berkembang dengan sangat pesat sekali, di Eropa penggunaannya bervariasi 49 persen untuk di Prancis, sementara itu untuk di Australia penggunaannya mencapai 48,5 persen. Yang lebih besar lagi penggunaan  pengobatan herbal di Taiwan mencapai 90 persen. Dari contoh ini tentu memberikan motivasi yang lebih besar lagi untuk mengembangkan pengobatan dengan menggunakan tumbuhan herbal.

Merujuk kepada pandangan Muhlisah (2008), berbeda dengan obat kimia yang khusus untuk mengobati satu jenis penyakit tertentu, tanaman obat memiliki khasiat yang beragam. Misalnya, temu lawak dapat digunakan untuk meningkatkan nafsu makan, meningkatkan fungsi kerja hati, mengurangi peradangan, menghambat perkembangan virus, antisembelit, penambah nafsu makan, tonikum dan mengurangi asam lambung. Sementara itu, obat kimia, seperti parasetamol hanya digunakan sebagai obat penurun panas.

Tren gaya hidup yang mengarah kembali ke alam(back to nature) membuktikan bahwa hal-hal yang berbau ke alam bukanlah hal yang kampungan atau ketinggalan zaman. Dikarenakan dunia kedokteran modern juga telah banyak kembali mempelajari tumbuhan obat tradisional, kedokteran modern telah menganalisis tumbuhan obat secara klinis bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Tumbuhan herbal penting buat penyembuhan penyakit-penyakit ringan dan juga juga mencegah penyakit-penyakit berat. Jenis tanaman obat yang dapat ditanam dipekarangan rumah beragam sekali seperti bumbu dapur, tanaman buah, tanaman hias dan tanaman sayur. Diantara tanaman herbal yang dapat digunakan menjadi obat adalah seperti jahe, jambu biji, jeruk nipis, kencur, kumis kucing, kunyit, lengkuas, lidah buaya, temu lawak, papaya dan banyak lagi yang begitu dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Pengolahannya juga sangat mudah sekali dengan memipis, merebus dan menyeduh. Untuk lebih gampangnya setiap keluarga mesti mempunyai buku petunjuk yang sudah beredar luas di masyarakat kita.

Andaliman: Herbal Khas Sumatera Utara

Untuk tanaman herbal di Sumatera Utara, kita mengenal buah Andaliman yang mempunyai banyak sekali khasiat secara kesehatan. Tanpa buah andaliman, masakan seperti sangsang atau arsik, rasanya hambar. Ada citarasa spesifik ketika ditumbuk dengan cabai, membuat bumbu masakan menimbulkan aroma dan taste (citarasa) yang mengundang selera makan. Rasa pedas dan aroma andaliman beda dengan pedasnya cabai, sungguh pas di lidah orang Batak yang suka masakan pedas menggigit. Buah andaliman yang  kaya akan vitamin C dan E yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan juga sebagai obat herbal yang mujarab.

Pemanfaatan tanaman herbal bangsa Indonesia, menjadi salah satu solusi yang mesti dilakukan masyarakat kita, untuk meningkatkan kesehatan mereka, tanpa harus terkendala dengan masalah biaya. Dengan solusi tumbuhan herbal ini akan memberikan dampak kekuatan imunitas bagi melawan penyakit, disebabkan dengan mengkomsumsi tumbuhan herbal akan memberikan pencegahan daripada berbagai penyakit, sehingga masyarakat menjadi sehat dan generasi muda juga bertambah sehat. Kita bisa bayangkan bagaimana pendahulu kita dahulu yang memiliki umur dan kesehatan yang luar biasa, padahal pada saat itu pengobatan modern belum dikenal malah mereka jarang sekali terkena penyakit hal itu dikarenakan mereka mengkomsumsi tanaman herbal.

Jikalau masyarakat kita telahpun mengamalkan tumbuhan herbal ini, maka akan membantu bangsa Indonesia untuk melestarikan budaya pengobatan tradisionalnya yang sekarang ini sudah lambat laun mulai punah dari bangsa kita. Sehingga pengakuan sepihak dari bangsa lain terhadap nilai tradisi pengobatan tradisional bangsa Indonesia tidak terjadi lagi, dikarenakan kita sendiri telah mengamalkan pengobatan herbal ini secara terus menerus dengan pengamalan hal ini tentu hak paten terhadap nilai tradisi kita akan terwujud dan juga mudah-mudahan budaya bangsa ini semakin lestari dan juga kesehatan rakyat Indonesia juga semakin baik sehingga dapat menyongsong masa depan yang lebih baik lagi dengan tanaman herbal.***

11. Menghilangkan Bau Mulut
Siapkan 2-4 lembar daun sirih, cuci bersih dan remas. Seduh dengan
air panas lalu gunakan untuk berkumur.

12. Jerawat
Ambil 7-10 lembar daun sirih, cuci bersih dan tumbuk halus. Seduh
dengan dua gelas air panas. Gunakan air tersebut untuk mencuci muka. Lakukan
2-3 kali sehari.

13. Keputihan
Rebus 10 daun sirih yang telah dicuci bersih dalam 2,5 liter air.
Gunakan air rebusan yang masih hangat tersebut untuk mencuci vagina.

14. Mengurangi ASI Berlebih
Ambil beberapa daun sirih, cuci bersih dan olesi dengan minyak
kelapa. Kemudian hangatkan di atas api sampai layu. Tempelkan di seputar
payudara yang bengkak selagi masih hangat.


Disadur oleh: Juli Oprianty Saragih SKM
Ditulis oleh: Junardi Harahap, S.Sos, M.Si
Penulis adalah Dosen Jurusan Antropologi FISIP Universitas Padjadjaran (Kandidat Doktor Antropologi Universiti Kebangsaan Malaysia).

0 komentar:

Posting Komentar